Hadeuhhhhhh.....
Terkejut sangat aku pas tau semua foto-foto yang aku post ke blog ini nggak kelihatan dan digantikan dengan tanda seru.. What Happen with my blog? Aku nggak pernah ngutak ngatik post-post yang udah lama, apalagi sampai menghapus semua gambarnya???????????!!!!!!!!!!!!!
Saturday, February 15, 2014
Thursday, December 19, 2013
Viva Queen dan Viva Cosmetics
Viva Cosmetic dan Viva Queen merupakan kosmetik lokal pabrikan asli Indonesia, produksi PT. Vitapharm yang berlokasi di Surabaya. Saya menggunakan Viva cosmetics karena kekhawatiran saya terhadap kosmetick palsu yang banyak beredar di pasaran. Terhadap budget yang pas-pasan, saya mencari kosmetik yang murah meriah tetapi memiliki kualitas yang baik. Maka beberapa waktu yang lalu saya komit untuk meninggalkan kosmetik berbahaya yang selama ini saya gunakan dan beralih ke produk lokal asli Indonesia ini
Thursday, December 12, 2013
Review : Very Me Lipmania Rock Star Pink by Oriflame
Halo manteman..
Mau cerita dikit tentang bibirku.. Hehehehhe..
Salah satu anggota tubuh yang sangat ku syukuri adalah bibir.. Karena aku merasa bibirku bagus dan sehat..
Bagusnya gimana?? Bibirku ini nggak gampang kering atau pecah-pecah.. Nggak pernah sariawan yang parah banget (amit-amit). Warnanya juga nggak gelap. Trus bentuknya yang aduhai sih menurutku. hehehe.. Makanya aku suka banget senyum manis.. Ehh orang-orang malah bilang aku cengengesan..
Wednesday, December 11, 2013
Review : TRESemmé Smooth and Shine Shampo & Conditioner
Sedikit cerita ya, tentang rambutku.
Rambut sih menurutku bukan mahkota wanita, tapi rambut itu ya bagian dari anggota tubuh yang memang sama pentingnya atau bahkan lebih penting di rawat, karena posisinya yang diatas kepala, sering kena panas dan keringatan, cepat lepek, cepat kotor, cepat bau dan ketombean, belum lagi kalau kasar dan bercabang, duh ! Itu sih rata-rata masalah yang ditemui oleh pemilik rambut didunia ini, hehehe..
Saturday, December 7, 2013
Perlu ke Dokter Spesialis Kulit dan Kecantikan atau Tidak ?
Sedikit cerita Galau...................................
Hahaha.. Lalap galau..
Ya, gitu deh, ini cerita di sponsori oleh Putri Mariana Rosiva Isabela, sahabat jaman SMP yang dulu nyontek sama-sama, cabut kelas sama-sama, bandel sama-sama, sampe remedial pun sama-sama. Kami dalam beberapa minggu ini bertemu kembali. Ya kami sih memang jarang jumpa sejak kelar SMP dulu, maklum aku tinggal di Jl. Mahkamah dan si kawan tinggal di Jl. Halat. Lumayan kan jauhnya ?? -_-
Jadi ceritanya, kami ketemu di whats app, no hp masing2 punya sih.. Tapi kan kalo pake whats app gretong.. Dari percakapan di What App itu, kami deal ketemuan, dalam rangka ulang tahun dia waktu itu ke sekian tahun, dan ada traktirannya, hehehe..
Walaupun lama nggak jumpa, nggak ada rasa sungkan ataupun jaim atau sok cantik. Biasa aja, nggak ada bedanya kayak waktu jaman masih adek-adek dulu. Nah, sejak hari itu kami udah 4x jumpa. Tapi setelah aku perhatikan wajahnya yang asli dan melalui foto di Path, KOK mukaknya mulus yah,, kok dewy look yah? dalam hatiku pake BB cream apa nih kawan ?
Oke, karena dia itu ibarat sodara sepupu, aku nggak malu nanya dia pake apa. Dan jawabannya : pake obat dari dokter kulit (dokter kecantikan) dan facial di klinik dokter itu. Wah.. tertarik nih, pengen donk kalau bisa dewy look tanpa BB cream..
Tapi, aku nggak langsung ngajakin dia nemenin aku, karena masih mau nyari2 informasi tentang bagaimana krim dokter itu bisa membuat wajah kinclong. Apa beda dengan skin care yang selama ini ada dipasaran? nah blogwalking deh. hehehe..
TAPI ternyata, yang kutemukan setelah blogwalking itu ya, temen-temen blogger menyarankan jangan coba-coba kalau wajah sama sekali tidak bermasalah. Ya memang wajahku nggak ada masalah yang serius sih, cuma agak kusam dan berkomedo. Jerawat jarang-jarang nongol. Kalaupun nongol juga nggak berbekas. TAPIII, aku juga mau kinclong dan bercahaya gitu. HIKS..
Alasan mereka menyarankan jangan KALAU WAJAH BAIK-BAIK SAJA, karena kalo udah sekali coba dan rutin facial, apalagi pake cream pagi-malam, toner, sun screan, dan sabun cuci mukanya, memang wajah kelihatan kinclong, lebih putih setingkat-dua tingkat, bercahaya dan perfect lah. Tapi perawatan itu kan membutuhkan waktu yang lama dan terus menerus. Selain bakal berat di ongkos (sekali perawatan antara Rp. 500.000- tak terhingga "tergantung dimana") juga harus rajinnn untuk nyolek-nyolek cream dan teman-temannya ke wajah kita.
Nah, ketika mereka memutuskan untuk stop itu perawatan, maka yang terjadi di wajah mereka berbanding terbalik dengan keadaan sebelum mereka stop. Satu kali ngga menggunakan skin care tsb malah berakibat fatal. Tumbuh jerawat kecil-kecil, wajah kelihatan mengusam, minyakan, dll. Serem yah.. Jadi mereka nggak bisa langsung stop mendadak, harus step by step.
Belum lagi dosis obat yang terus ditambah, karena kalo udah ketergantungan, dosis yang lama nggak akan laku lagi di wajah mereka, dan harus menambah dosis obat agar tetep clingclong.. Akibatnya yah, kulit semakin menipis dan kelihatan urat-urat di sekitaran mata, mulut dan pipi saking tuh kulit makin menipis..
Beda yah kalau memang wajah memang butuh perawatan, such as jerawatan. Kalo itu mah disaranin memang harus segera temui dokter kulit (dokter kecantikan) agar segera dilakukan perawatan biar wajah nggak jerawatan dan kinclong..
Kan, jadi galau. Hahahah...
Aku pengen perawatan sih, pengen kinclong..
Tapi..............................................................................................................................................
Ada yang bisa kasih advice ??
Hahaha.. Lalap galau..
Ya, gitu deh, ini cerita di sponsori oleh Putri Mariana Rosiva Isabela, sahabat jaman SMP yang dulu nyontek sama-sama, cabut kelas sama-sama, bandel sama-sama, sampe remedial pun sama-sama. Kami dalam beberapa minggu ini bertemu kembali. Ya kami sih memang jarang jumpa sejak kelar SMP dulu, maklum aku tinggal di Jl. Mahkamah dan si kawan tinggal di Jl. Halat. Lumayan kan jauhnya ?? -_-
Jadi ceritanya, kami ketemu di whats app, no hp masing2 punya sih.. Tapi kan kalo pake whats app gretong.. Dari percakapan di What App itu, kami deal ketemuan, dalam rangka ulang tahun dia waktu itu ke sekian tahun, dan ada traktirannya, hehehe..
Walaupun lama nggak jumpa, nggak ada rasa sungkan ataupun jaim atau sok cantik. Biasa aja, nggak ada bedanya kayak waktu jaman masih adek-adek dulu. Nah, sejak hari itu kami udah 4x jumpa. Tapi setelah aku perhatikan wajahnya yang asli dan melalui foto di Path, KOK mukaknya mulus yah,, kok dewy look yah? dalam hatiku pake BB cream apa nih kawan ?
Oke, karena dia itu ibarat sodara sepupu, aku nggak malu nanya dia pake apa. Dan jawabannya : pake obat dari dokter kulit (dokter kecantikan) dan facial di klinik dokter itu. Wah.. tertarik nih, pengen donk kalau bisa dewy look tanpa BB cream..
Tapi, aku nggak langsung ngajakin dia nemenin aku, karena masih mau nyari2 informasi tentang bagaimana krim dokter itu bisa membuat wajah kinclong. Apa beda dengan skin care yang selama ini ada dipasaran? nah blogwalking deh. hehehe..
TAPI ternyata, yang kutemukan setelah blogwalking itu ya, temen-temen blogger menyarankan jangan coba-coba kalau wajah sama sekali tidak bermasalah. Ya memang wajahku nggak ada masalah yang serius sih, cuma agak kusam dan berkomedo. Jerawat jarang-jarang nongol. Kalaupun nongol juga nggak berbekas. TAPIII, aku juga mau kinclong dan bercahaya gitu. HIKS..
Alasan mereka menyarankan jangan KALAU WAJAH BAIK-BAIK SAJA, karena kalo udah sekali coba dan rutin facial, apalagi pake cream pagi-malam, toner, sun screan, dan sabun cuci mukanya, memang wajah kelihatan kinclong, lebih putih setingkat-dua tingkat, bercahaya dan perfect lah. Tapi perawatan itu kan membutuhkan waktu yang lama dan terus menerus. Selain bakal berat di ongkos (sekali perawatan antara Rp. 500.000- tak terhingga "tergantung dimana") juga harus rajinnn untuk nyolek-nyolek cream dan teman-temannya ke wajah kita.
Nah, ketika mereka memutuskan untuk stop itu perawatan, maka yang terjadi di wajah mereka berbanding terbalik dengan keadaan sebelum mereka stop. Satu kali ngga menggunakan skin care tsb malah berakibat fatal. Tumbuh jerawat kecil-kecil, wajah kelihatan mengusam, minyakan, dll. Serem yah.. Jadi mereka nggak bisa langsung stop mendadak, harus step by step.
Belum lagi dosis obat yang terus ditambah, karena kalo udah ketergantungan, dosis yang lama nggak akan laku lagi di wajah mereka, dan harus menambah dosis obat agar tetep clingclong.. Akibatnya yah, kulit semakin menipis dan kelihatan urat-urat di sekitaran mata, mulut dan pipi saking tuh kulit makin menipis..
Beda yah kalau memang wajah memang butuh perawatan, such as jerawatan. Kalo itu mah disaranin memang harus segera temui dokter kulit (dokter kecantikan) agar segera dilakukan perawatan biar wajah nggak jerawatan dan kinclong..
Kan, jadi galau. Hahahah...
Aku pengen perawatan sih, pengen kinclong..
Tapi..............................................................................................................................................
Ada yang bisa kasih advice ??
Tuesday, November 12, 2013
All You Can Eat by Sushi Tei
Ini adalah cerita yang tak layak ditiru yah manteman.. Alias cerita tentang betapa rakusnya aku. Hahahaha..
Tibalah pada tanggal 1 November 2013 lalu, dimana aku udah gajian :P.
Nah, jadi ceritanya belanja bulanan sama Mama ke Lotte Mart Mall Centre Point Medan (LMCPM). Memang sejak Lotte Mart grand opening beberapa bulan yang lalu di Mall Centre Point yang malah belum Grand Opening (lupa sih bulan berapa tepatnya), aku sama mama udah 10x lebih kesono. Alasannya ya karena dekat sama rumah, plus harga2 di sono lebih murah beberapa rupiah *teteup*
Tapi yang mau diceritain bukan masalah Lotte Martnya nih, tapi sebelum masuk ke lokasi LMCPM, aku sama mama keliling2 dulu di Mall Centre Point yang masih belum mateng alias masih di kerjain ama tukang2 bangunan. Lalu sampailah kami di lantai *berapaya* itu, ada Spanduk keren bgt-bgt-bgt yang menyilaukan mataku.. Ini dia..
Keren Kan...
Nah, lagi ada program all u can eat di Sushi Tei MCP, mungkin sbg ajang promosi ya karena baru aja lahir outlet di MCP itu. Cuma dengan Rp. 120.000 (Member) dan Rp. 150.000 (nonMember)kita udah makan sushi sepuaspuasnya alias boleh rakus tanpa mikir kantong jebol. Secara ya, sushi Tei ini harga satu porsinya aja sekira Rp. 30.000. Itu lah yang buat aku berbinar-binar.. hehehe
Lalu, tuh foto aku post di facebookku, ku tagging ke teman-teman sekampus berharap ada kawan yang mau ikut. Tapi apa daya, ga ada yang doyan diajakin makan Sushi -______- Yauda deh dalam hati kalo emang ga ada yang doyan aku pergi ke sono ama adek semata wayangku aja sekalian traktirin dia, Yang penting sip..
Eh taunya tanggal 5 Nov, si Magdha Thorux nge Ping!! aku di bbm, ngajak ketemuan karena dia posisi lagi di Medan bukan di kampungnya sono. Yaaaahhh, Tepat sekali ini hahahhaha.. Ku ajaklah dia ke sushi tei dan dia pun oke, ku lobby lagi si Esterita pun juga oke, jadilah kami deal ketemu tanggal 6 November 2013 di Plaza Medan Fair *karena si thorux gak tau dimana MCP jadinya kami jumpa tengah, hadeeeeehhhh*.
Besoknya, tgl 6/11 kami akhirnya nyampe ditujuan dan adekku juga ikut. Disana kami di tunjukkin menu khusus All You Can Eatnya, ternyata gak semua menu bisa kita comot karena memang dibatesin. Kan syarat dan ketentuan berlaku.. *Hanya dikasih waktu 2 jam* *1Jam pertama untuk pemesanan* *nah setelah dipesan dan waktu 1 Jam udah abis, kita gak boleh mesan lagi, tapi 1 jam berikutnya masih boleh untuk makan pesanan yang belum habis termakan* *kalo ngga abis dicharge sesuai harga normal*
Oke, kita siap untuk bertempur.. Hahhahahahah...
Nah pesanan pertama masih enjoy yah, pesanan kedua kok masih gak ada nendang2nya sama sekali. Karena pesanan cuma bisa 1 jam pertama aja, kami kalap deh takut makanannya udah abis sebelum 2 jam berakhir, jadinya setiap waiters seleweran kami pesan aja yang ada di menu all u can eat nya, gak pandang bulu, semua nya ditunjukkin ke waiters karena emang gak ngerti sih maksud dari nama makanan jepang itu apa. hahhahaha
Ngga taunya udah 1 jam berjalan, makanan di meja tiba2 nongol banyak banget, yang kami pesan secara gila2an tadi udah ada didepan mata semua. Dan posisi perut waktu itu udah mulai KO. tapi Ester bertindak sebagai penenang. "Santai woii, waktu masih ada 1 jam lagi, kita cerita2 aja dulu" katanya. Tapi perutku udah gak bisa diajak kompromi lagi, secara aku emamng gak bisa banyak makan dan sama sekali gak cocok ikut program all u can eat kayak gini. Setelah berusaha segila mungkin untuk berusaha memasukkan sushi, chicken teriyaki, ebi tempura, dll itu ke mulut dan kedalam tas (wkwkwkwkw) kita ber-empat akhirnya segerombolan makanan itu enyah juga diatas meja.. *fffffiiiuuuhhhhh*
Untuk foto sushinya maap ya aku nggak sempet motoin, soalnya batre hp lobet..
Kemaren sih ngomongnya No more all u can eat, tapi sekarang AKU MASIH MAU LAGI... Apalagi kalo Gratis.. wkwkwkwkw
Thanks 4 reading yahhh...
Thursday, August 29, 2013
Fethucini Carbonara Made in Dewe anti Gagal
Haloooooooooo ...
Ini adalah cerita keinginan yang terpendam.. Dari beberapa minggu yang lalu, aku kepengen bgt bgt makan fettuccine carbonara di burger gaboh, atau creamy spaghetti-nya pizza hut. Tapi karena satu dan lain hal (ngga ada yang mau diajakin makan begituan, maka ngga kesampean deh acara kunyah-kunyah creamy pasta itu. huhuhu..
Tapi aku lagi ngidam-ngidamnya, bukan apa-apa ya, emang kepengeeeeennnn bgt makan si carbonara itu.. ini nih penampakan Fethucini Carbonara (FC) hasil googling..
Nyummi bgt kan.. duh ngences deh..
Jadinya, aku berinisiatif untuk MASAK SENDIRI tuh FC, dengan modal dan bahan seadanya, akhirnya jadilah ^_^.. Kalo ada yang mau ngikutin boleh dicoba kok, anti gagal deh pokoknyaa.. hehehehe
Bahan-bahannya
- Fetuchini kemasan (aku pakenya LaFonte)
- Jamur Kalengan
- Susu Cair Plain 250ML (Aku pake Ultra UHT karena emang no taste. Jangan ambil yang rasa vanila ntar jadi adonan kue karena rasanya manissssss)
- Keju Chedar (aku pake Prociz, diparut sesukanya aja)
- Merica (aku pake Ladaku)
- Penyedap rasa (royco sapi sih)
- margarine (kalo ga ada ya pake minyak makan pun gapapa)
- Telur Ayam 1 Butir
- Bawang merah, bawang putit, bawang bombay
- daun sop (heheheheh ga ada oregano daun bawang pun jadi)
itu tadi bahannya, cara masaknyaaaaa...
- rebus biasa fetucininya di air yg mendidih, di air rebusannya masukkan penyedap rasa dan margarine. Rebus sampe Aldenteee, kalo udah aldente, angkat dan tiriskan..
- msiapkan mangkok, tuang susu cair, masukkan keju yang udah diparut, telur, merica dan penyedap rasa, aduk (kocok) sampe rata ya, sisihkan.
- panaskan pan, tumis bawang yang udah dicincang, kalo udah harum masukkan jamur kalengan. kalo ada daging asap lebih sippp lagi. tapi gini aja udah oke kok..
- kalo udah agak kecoklatan warna si jamur, matikan pan. lalu masukkan campuran susu dan keju tadi ke dalam pan. Api jangan diidupin lagi karena nanti telurnya matang jadi gagal deh. Pannya kan masi panas, aduk-aduk deh sampai agak menggumpal. (ingat ya api jgn diidupin lagi!)
- kalo udah tercampur rata semua, masukkan deh fetuchininya, aduk sampe rata.. sajikan di piring saji, taburi deh daun bawangnya.. Selesai..
Ini penampakannya..
kekekekekekek
Rasanya.. AJIBBBB.. mirip bener deh ama yang di resto-resto italiano itu. mungkin yang kurang mirip penampakannya ya.. hihihi..
Sebagai himbauan, semakin banyak kejunya, semakin mantab rasanya..
Sekian deh realisasi makan fetuchini carbonara made in dewe..
thanks 4 reading ^_^
Ini adalah cerita keinginan yang terpendam.. Dari beberapa minggu yang lalu, aku kepengen bgt bgt makan fettuccine carbonara di burger gaboh, atau creamy spaghetti-nya pizza hut. Tapi karena satu dan lain hal (ngga ada yang mau diajakin makan begituan, maka ngga kesampean deh acara kunyah-kunyah creamy pasta itu. huhuhu..
Tapi aku lagi ngidam-ngidamnya, bukan apa-apa ya, emang kepengeeeeennnn bgt makan si carbonara itu.. ini nih penampakan Fethucini Carbonara (FC) hasil googling..
Nyummi bgt kan.. duh ngences deh..
Jadinya, aku berinisiatif untuk MASAK SENDIRI tuh FC, dengan modal dan bahan seadanya, akhirnya jadilah ^_^.. Kalo ada yang mau ngikutin boleh dicoba kok, anti gagal deh pokoknyaa.. hehehehe
Bahan-bahannya
- Fetuchini kemasan (aku pakenya LaFonte)
- Jamur Kalengan
- Susu Cair Plain 250ML (Aku pake Ultra UHT karena emang no taste. Jangan ambil yang rasa vanila ntar jadi adonan kue karena rasanya manissssss)
- Keju Chedar (aku pake Prociz, diparut sesukanya aja)
- Merica (aku pake Ladaku)
- Penyedap rasa (royco sapi sih)
- margarine (kalo ga ada ya pake minyak makan pun gapapa)
- Telur Ayam 1 Butir
- Bawang merah, bawang putit, bawang bombay
- daun sop (heheheheh ga ada oregano daun bawang pun jadi)
itu tadi bahannya, cara masaknyaaaaa...
- rebus biasa fetucininya di air yg mendidih, di air rebusannya masukkan penyedap rasa dan margarine. Rebus sampe Aldenteee, kalo udah aldente, angkat dan tiriskan..
- msiapkan mangkok, tuang susu cair, masukkan keju yang udah diparut, telur, merica dan penyedap rasa, aduk (kocok) sampe rata ya, sisihkan.
- panaskan pan, tumis bawang yang udah dicincang, kalo udah harum masukkan jamur kalengan. kalo ada daging asap lebih sippp lagi. tapi gini aja udah oke kok..
- kalo udah agak kecoklatan warna si jamur, matikan pan. lalu masukkan campuran susu dan keju tadi ke dalam pan. Api jangan diidupin lagi karena nanti telurnya matang jadi gagal deh. Pannya kan masi panas, aduk-aduk deh sampai agak menggumpal. (ingat ya api jgn diidupin lagi!)
- kalo udah tercampur rata semua, masukkan deh fetuchininya, aduk sampe rata.. sajikan di piring saji, taburi deh daun bawangnya.. Selesai..
Ini penampakannya..
kekekekekekek
Rasanya.. AJIBBBB.. mirip bener deh ama yang di resto-resto italiano itu. mungkin yang kurang mirip penampakannya ya.. hihihi..
Sebagai himbauan, semakin banyak kejunya, semakin mantab rasanya..
Sekian deh realisasi makan fetuchini carbonara made in dewe..
thanks 4 reading ^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)




